Bapak meninggal. T dapet kabar pertama kali dari Dedi, adek bungsu T kemaren siang. T tetep kerja seperti biasa. Ga nangis. Sambil sibuk sms-an dan telponan sama keluarga plus mastiin tiket berangkat. Orang pertama yg T kasih tahu adalah bos T, bu Ken via sms karena doi dah balik dan yg kedua Robert sekalian T pulang kantor. Habis itu ga ada yg T kasih tahu. T ga tahu harus ngasih tahunya gimana. Tidak terbiasa berbagi duka, hehehe.
Tapi tetep sms yg dateng ke T banyak banget, karena ternyata sepupu T dah nulis di wall fb T. Alhasil, sms dan telepon konfirmasi ga berhenti dateng.
Terharu.
Really never thought bakal banyak postingan di fb, sms, dan telepon dari temen ampe kayak gini. Dari temen sekolah di Palembang, temen kuliah di Jogja, mpe temen kerja di Jakarta. Hiks. Thanks for all my friends. Will remember it. Gbu.
25.01.2012
Hari ini T ke kantor imigrasi yang di Warung Buncit, karena dijadwalkan foto dan interview buat bikin paspor. Awalnya CY bilang jam 2, tapi kita diminta telpon pak Udin, si calonya dulu. Hasil ngobrol dengan beliau, T disuruh dateng jam setengah empatan aja.
Ceritanya T ga tahu lokasinya, jadilah bertanya dulu. Info bu Ken, bisa makan waktu 2 jam, jadi mending jalan pas makan siang, apalagi hari ini hujan. Jadilah T berangkat jam setengah 1. Ternyata oh ternyata, cuma 1 jam, T dah nyampe. Makan bentar, hubungin pak Udin, trus mati gaya karena baru jam 2, dan pak Udin baru mau bawa dokumen. Hiks.
Kantor imigrasi ramenya bukan maen kayak pasar. T pusing dengan bau beragam manusia yang numplek di sini. Akhirnya T mutusin buat nongkrong di kafe 5x5 meternya, beli capucino 12rb, dan menunggu 2.5 jam. Setelah tuh pak Udin dateng, ternyata nomor antrian T adalah D212, secara sekarang masih giliran nomor D150. Hiks. Berkat trik pak Udin, T masuk aja, temuin petugas, di foto, interview super singkat, trus pulang. Total cuma 7 menit. Huuh, lamaan nunggunya.
Hari ini, berhubung banyakan bengong karena nunggu, T jadi banyak mikir. Ada banyak waktu di mana T terlalu egois dan tidak tahu mengucap syukur. Plus, berkat teguran Monce, ada banyak waktu juga perkataan T bener-bener ga jadi berkat buat orang lain. Hiks. Tapi untuk berubah sulitnya bukan main. Terlalu terbiasa. May God help me. Really want to change.
M a l u
Sebenernya T takut menghadapi 2012.
Takut dipermalukan.
Takut kecewa.
Takut tawar hati.
Takut kehilangan damai sejahtera.
Try to start this year with good things but still berasa berat banget.
Hari ini sedih. "O" makes me down. Kenapa mereka ngomongin T di belakang T. I'm the only person yg terpisah. Asli, T tertolak, for many times :( Seakan ga cukup, T kayak ga kelihatan. Invisible. Hufth. Masih ga cukup. "F" makes me down also. Tertinggal, terpojok, dimanfaatin, dituntut pula.
Wish sunday comes early. I need peace. Entah kenapa, sepertinya damai sejahtera berserakan di hari lain dan cuma mau ngumpul bareng T pas hari Minggu, saat ibadah. Sementara besok masih ada Jumat yg harus dihadapi dengan besar hati. Lusa ada Sabtu yg maksa T berpura-pura menikmati. Minggu T berharap damai sejahtera terkantongi.
Jesus bless me.
Jesus bless me.
Jesus bless me.
Amin.
H-6
Minggu depan T ulang tahun. Sabtu. Entahkah T yg terlalu "melow" akhir-akhir ini atau gimana, pengennya ga ketemu dengan orang-orang yg T tahu bakal bikin T kehilangan damai sejahtera. Jahat ya T? Pengennya happy happy semingguan, makan enak, belanja-belanji, jalan-jalan, nongkrong, ngobrol, nonton, kalo perlu sampe bokek ;p
Kenapa T mau begitu? Karena ada banyak hari di tahun ini T kehilangan damai sejahtera dan pengen banget egois melewati 1 hari itu tanpa ada kemungkinan iblis berusaha mencuri damai sejahteranya T. T tahu hal apa yg bisa bikin T down. Joyce Meyer bilang di bukunya berjudul "Peace", kita kudu tahu hal apa yg bisa bikin kita kehilangan damai, supaya kita bisa mengatasinya. T tahu apa saja, tapi masih sangat-sangat belajar mengatasinya. Seperti menghindarinya lebih gampang daripada mengatasinya, xoxoxo.
Jadi tiba-tiba kangen nongkrong, makan, nonton bareng Monce, K' Iber, Herry. Kangen masakannya Yenny Sadukh. Kangen mancing bareng Made, Ade, Ricky, Beben. Kangen belanja bareng Niken, Loren. Huh! Pempek panggang, pepper lunch, dabu-dabu, bumbu arsik, coca cola,pasti enak. Huh! Film-film baru banyak yg belum ditonton. Huh! Dompet dah 2 tahun belum ganti. Huh! Kayaknya mendingan berdoa, biar all the good thing come to me in the nicest way.
03.12.2011
Dah lama banget T ga nulis. Sekarang dah Desember aja. Ngebaca apa yg pernah ditulis, actually make me worried.
T sekarang ga jelas. Mencoba menebak banyak hal. Menebak hati Tuhan, menebak hati banyak orang, melelahkan. T takut pada banyak hal. Takut tahu rencana Tuhan beda dengan keinginan T, takut harapan T ga kesampean, takut kecewa, dsb.
Berharap Desember bukan 31 hari. Berharap lebih lama lagi. Berharap tidak tawar hati. Berharap berani.
My mind said to my soul, you can do it. Just do the possible thing you can do, let God do the impossible one!
Movie: From Prada to Nada

Film Amrik satu ini berlatar belakang budaya Meksiko. Ceritanya tentang 2 cewek kakak beradik kaya raya yang ditinggal mati ayahnya dalam keadaan bangkrut. Alhasil 2 bersaudara ini terpaksa menumpang tinggal di rumah tantenya. Sang kakak memutuskan berhenti kuliah dan kerja, sementara sang adik tetap kuliah.
Dua bersaudara ini memiliki karakter yang beda banget. Sang kakak cerdas, serius, ga modis, dan ga pernah pacaran. Sang adik, kebalikannya.
Ceritanya so sinetron, hehehe. Kirain bakal mengangkat tema gimana 2 saudara ini survive dari kebiasaan hidup mewah menjadi mandiri, ternyata ceritanya ga gitu, hiks. Yang ada justru cerita digiring ke arah gimana mereka berdua dapet cowok #@!¥€£(%§>]?。
Selaen judul ga terlalu mewakilkan film, ceritanya sinetron banget, plus kok sang adek keliatan lebih tua dari kakaknya yak, hehehe.
Movie: The Law of Attraction

Film ini terdiri 4 cerita yang ga berkaitan.
Yang pertama tentang sekuriti cewek di bandara yang naksir penumpang cowok dan memendam perasaannya selama 3 tahun. Kedua, tentang pasangan yang berusaha memiliki anak. Ketiga, tentang pasangan, di mana sang istri selingkuh dengan rekan kerjanya. Keempat, tentang pasangan penerjun payung.
Yang paling T suka? 3 cerita pertama. Yang terakhir, T kurang suka. Filmnya lumayan bagus. Untuk ukuran film Mandarin, yang biasanya T ga suka, ini lumayan, hehehe.
Langganan:
Postingan (Atom)