Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily. Tampilkan semua postingan

Maria & Marta

Sudah sebulanan ini T rada kepikiran dengan kisah yang ada di Alkitab soal Maria dan Martha. Pengen banget tahu, kenapa sepertinya Tuhan lebih suka Maria dibandingkan Martha. Tapi sayangnya, T tidak punya cukup keberanian untuk bertanya kepada Tuhan maupun mencari tahu di Alkitab dan browsing di internet soal ini. Takut hasilnya sama seperti kotbah yang pernah T dengar ataupun artikel yang pernah T baca tentang hal ini. Lucu yak...

Really want to get God's heart but why it seems too hard, hiks...
Terlalu penakut.

Thanks! part 4

Dua hari ini menyenangkan. Thank God.

Kemaren T ngemall, di Puri Indah Mall. Mampir ke Gramedia buat beli majalah dan nyari bukunya Mitch Albom, buat ngelengkapin koleksi. Dapet, meski nyarinya susah karena nyaris ga keliatan. Have a Little Faith judulnya. Udah gitu, karena Gramedia lagi ulang tahun, discount deh tuh buku, lumayan 25%. Baru nyadar, Mitch Albom itu under Gramedia Pustaka, kirain penerbit lain, hehehe.

Dua hari ini hujan terus. Puji Tuhan, jadi adem dan hujannya (selalu) begitu T udah nyampe di rumah, jadi ga kehujanan, dan cucian sempet diangkatin.

Dua hari ini juga T tiap malem mantengin my blue Acer. Bolak-balik yang dilihat situs youtube dan www.takemp3.com. Kenapa? Ngederin lagu-lagu bagus trus download mp3-nya deh. Setidaknya ada beberapa lagu yang T demen banget. Salah satunya, lagu lamanya Max Lucado, "Jesus Lover of My Soul" dan lagunya Chris Tomlin, "God of This City" (gara-gara keseringan denger tiap ada pengumuman di GBI REM, Citraland, khususnya pas persembahan kedua, hehehe). Puji Tuhan, smartfren ga bermasalah, proses download pun lancar habis :)

Selain itu, kebaktian hari ini strengthen me a lot. Mulai dari pujian penyembahannya maupun kotbahnya Pst. Nick Penders. Di luar dari biasanya, hari ini Pst. Nick di akhir kotbahnya tidak melakukan pelayanan mendoakan orang sakit. Fokusnya justru pada "hati". Dari awal kotbah, dia sudah menyoroti tentang mendua hati. Plin-plan, tidak tegas, itu bukan dari Tuhan. Jika ya, bilang ya. Jika tidak, bilang tidak. Cara dia memberikan contoh dan ilustrasi pun kena banget. Untuk bisa tahu apa yang Tuhan mau, kita harus merendahkan diri dan bersikap jujur. He said, you have a plan for your life, but God also have a plan for your life. Then, which one you choose. Tuhan itu gentle. He never push you to do like His plan. Sama seperti Adam diberi kehendak bebas sewaktu Tuhan menempatkannya di taman Eden, demikian juga Dia memberikan kita kehendak bebas untuk memilih, either kita mau berjalan bersama Dia atau mengikuti keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup yang dunia tawarkan. At the end, Pst. Nick mendoakan siapapun yang ingin mengikuti rencana Tuhan dan belajar mendengarkan suara Tuhan, dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan. I'm so blessed with that.

Praise God, another beautiful day He has given to me!

Thanks! Part 3

Thank God for today.

T bisa kerja hari ini (saat banyak orang yang punya kerjaan atau susah cari kerja)
T bisa makan (siang ayam penyet, malem bihun goreng, hehehe)
T ga kehujanan (pas nyampe rumah dan lagi makan malem, baru deh hujannya turun, yiha!)
T bisa ketawa-ketawa sambil kerja (padahal banyak kerjaan plus weekly meeting setengah hari)
Dibagi jeruk citrus dari pak Kun (bos besar)
Dibagi botol minum 2 liter dari pak Awo (bos besar juga, hehehehe) sebagai apresiasi buat semua karyawan Ace
Ada yang bayar hutang, wkwkwkwkwk, sehingga account BCA terisi kembali
Pulang kerja ga terlalu malem

Really thank God

Thanks! Part 2

Lagi batuk pilek sejak kemaren. Tapi tetap puji Tuhan. Like T ever wrote before, T mau apapun yg terjadi T harus bisa menemukan alasan mengucap syukur sebagai ganti mengeluh. Puji Tuhan, punya uang buat beli obat, beli makanan yg T pengenin (buburnya Ta Wan dan Hongkong noddle-nya Rice Bowl), cuaca cerah ga hujan, dan biarpun batuk pilek, kepala ga pusing. Untuk semuanya puji Tuhan.

T sadar batuk pilek ini karena kesalahan T. Inget tulisan pst. Abraham Conrad Supit di tabloid Victorius beberapa minggu lalu, bahwa tubuh kita adalah bait Allah, jadi sudah seharusnya dijaga. Hiks. Dah kepalang batuk pilek, tinggal sekarang paksa diri makan biarpun lidah terasa pahit, biar ga nambah sakit yg laen lagi. Beneran puji Tuhan, saat males makan karena ga selera, artikel pst. Conrad terlintas di otak kayak rhema yg ngingetin T.

Thanks God.

Thanks! Part 1

Terima kasih Tuhan buat hari ini. T sehat. T kerja. T sms-an sama temen. T makan-makan di Samudra Suki bareng six dengan discount lumayan (finally, mengingat susahnya atur jadwal para skuter ini, hehehe). T sms-smsan dan comment-commentan fb sama temen dan saudara (terima kasih buat damai sejahtera yg Tuhan kasih sehingga masih bisa menanggapi masalah sambil bercanda).

*wisheverydayinmylifeicanfindareasontosmileandseehowgreatGod'sloveforme:)

07.03.2012

70 hari setelah Andi merit.
37 hari setelah Bapak pergi.
12 hari setelah T pulang dari insentive trip ke China.
4 hari setelah Douglas merit.

Dalam waktu kurang dari 100 hari, berapa kejadian cukup buat T berasa hmmmp. Ga enak banget posisi T. Tiap orang punya harapan berbeda pada T dan rasanya capek saat berusaha melakukan yang terbaik. Forgive me Lord... Tapi T beneran capek...

29.12.2005

Lagi buka organizer jadul, ketemu tulisan tangan T tanggal 29 Desember 2005. Lupa dulu nulis karena apa. Berasanya sekarang pas baca .... Wuih.



T tulis ulang dh.
"Banyak hal yg ingin kutanya pada Tuhan,
mengapa begini, bagaimana kalau begitu,
banyak hal ingin ku complain padaNya,
mengapa harus aku, bagaimana dengan yg lain,
banyak hal ingin kukatakan pada Tuhan,
seharusnya begini, bukan begitu,
banyak hal ingin kupinta pada Tuhan,
janganlah aku, biarlah yg lain,
sampai-sampai aku lupa,
sampai-sampai Tuhan harus berkata,
mengapa tidak sekali saja,
kau ucapkan syukur dalam doamu,
sekali saja,
selipkan saja."

Thanks God :)

There's a time...


There's a time for loving
There's a time to crying
It's time to understand, that God has His own plan
There's a time for me to pray
Waiting something and believe it
It's time to understand, that You have Your way

Lord, I know that Your love is surround me
Lord, I know, You'll give the best for me

-You are the One: Bobby One Way-

Tiba-tiba inget lagu jadul jaman masih kuliah di Jokja dulu. Lagunya Bobby One Way. Enak banget. T punya kasetnya *wkwkwk, dulu banget masih format kaset. Dulu, lagu ini ngademin T banget. Ternyata, sekarang teringat, tetep ngademin.

Many things happened in my life during this 2 months, just like this song. Praise God, karena semuanya terjadi saat ini. T ga kebayang kalau terjadinya beberapa tahun yang lalu. T pasti down, stress. Bukan cuma karena emosi yang belum stabil, pikiran yang masih dangkal, biaya juga mungkin ga ada. Bener-bener Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk segala sesuatunya. Satu hal ini yang T pasti masukkan dalam doa, jangan sampe T kehilangan damai sejahtera. Klise memang.

Once again, for everything, not just for today, hope T can say, praise God.

I love him

12 hari setelah bapak pergi.

Sejak Juli 1998, T ketemu bapak baru 6 kali. 3 kali waktu T balik ke Palembang, 1 kali waktu balik ke Tarutung perayaan hut Opung ke 75, dan 2 kali waktu bapak ke Jakarta. Artinya belum tentu 2 tahun sekali ketemu bapak. Sekarang selamanya T ga akan ketemu bapak. Sedih. Dalam kurun waktu 14 tahun ini, yang T ingat, 2 kali T beliin bapak kemeja, 1 kali bahan celana, dan bapak senengnya bukan maen. Katanya T orang yang paling tahu warna favoritnya bapak. Itu kemeja dan celana dipake sampe jelek. T inget waktu pertama kali ngajarin bapak pake handphone. Lucu. T harus interlokal ke telepon rumah, sampe 1 jam lebih, bikin anak kost yang laen kesel, demi supaya bapak ngerti pake handphone. Inget gimana susahnya jarak jauh ngajarin cara ketik sms, bahwa untuk bikin huruf c harus tekan angka 2 sebanyak 3 kali, wkwkwk. Belum lagi cara nyimpen nomor di handphone. Bapak bilang, dia malu kalau minta ajarin orang counter handphone. Katanya T anak yang paling sabar ngajarin. Hihihi.

Biasanya bapak sms T antara Jumat sampe Minggu. Sekarang ga mungkin lagi. Hufth.

God, i love my dad. Feeling guilty sampe ga bisa ngomong apa-apa saat harus mandok hata dan cuma bisa nangis di pelukan adek bungsu T, di hadapan jasad bapak. Sedih.

Goodbye daddy.
No matter what other people say, no matter what happened in our family, I love you.

Thanks Friends!

Bapak meninggal. T dapet kabar pertama kali dari Dedi, adek bungsu T kemaren siang. T tetep kerja seperti biasa. Ga nangis. Sambil sibuk sms-an dan telponan sama keluarga plus mastiin tiket berangkat. Orang pertama yg T kasih tahu adalah bos T, bu Ken via sms karena doi dah balik dan yg kedua Robert sekalian T pulang kantor. Habis itu ga ada yg T kasih tahu. T ga tahu harus ngasih tahunya gimana. Tidak terbiasa berbagi duka, hehehe.

Tapi tetep sms yg dateng ke T banyak banget, karena ternyata sepupu T dah nulis di wall fb T. Alhasil, sms dan telepon konfirmasi ga berhenti dateng.

Terharu.
Really never thought bakal banyak postingan di fb, sms, dan telepon dari temen ampe kayak gini. Dari temen sekolah di Palembang, temen kuliah di Jogja, mpe temen kerja di Jakarta. Hiks. Thanks for all my friends. Will remember it. Gbu.

25.01.2012

Hari ini T ke kantor imigrasi yang di Warung Buncit, karena dijadwalkan foto dan interview buat bikin paspor. Awalnya CY bilang jam 2, tapi kita diminta telpon pak Udin, si calonya dulu. Hasil ngobrol dengan beliau, T disuruh dateng jam setengah empatan aja.

Ceritanya T ga tahu lokasinya, jadilah bertanya dulu. Info bu Ken, bisa makan waktu 2 jam, jadi mending jalan pas makan siang, apalagi hari ini hujan. Jadilah T berangkat jam setengah 1. Ternyata oh ternyata, cuma 1 jam, T dah nyampe. Makan bentar, hubungin pak Udin, trus mati gaya karena baru jam 2, dan pak Udin baru mau bawa dokumen. Hiks.

Kantor imigrasi ramenya bukan maen kayak pasar. T pusing dengan bau beragam manusia yang numplek di sini. Akhirnya T mutusin buat nongkrong di kafe 5x5 meternya, beli capucino 12rb, dan menunggu 2.5 jam. Setelah tuh pak Udin dateng, ternyata nomor antrian T adalah D212, secara sekarang masih giliran nomor D150. Hiks. Berkat trik pak Udin, T masuk aja, temuin petugas, di foto, interview super singkat, trus pulang. Total cuma 7 menit. Huuh, lamaan nunggunya.

Hari ini, berhubung banyakan bengong karena nunggu, T jadi banyak mikir. Ada banyak waktu di mana T terlalu egois dan tidak tahu mengucap syukur. Plus, berkat teguran Monce, ada banyak waktu juga perkataan T bener-bener ga jadi berkat buat orang lain. Hiks. Tapi untuk berubah sulitnya bukan main. Terlalu terbiasa. May God help me. Really want to change.

M a l u

Sebenernya T takut menghadapi 2012.
Takut dipermalukan.
Takut kecewa.
Takut tawar hati.
Takut kehilangan damai sejahtera.

Try to start this year with good things but still berasa berat banget.

Hari ini sedih. "O" makes me down. Kenapa mereka ngomongin T di belakang T. I'm the only person yg terpisah. Asli, T tertolak, for many times :( Seakan ga cukup, T kayak ga kelihatan. Invisible. Hufth. Masih ga cukup. "F" makes me down also. Tertinggal, terpojok, dimanfaatin, dituntut pula.

Wish sunday comes early. I need peace. Entah kenapa, sepertinya damai sejahtera berserakan di hari lain dan cuma mau ngumpul bareng T pas hari Minggu, saat ibadah. Sementara besok masih ada Jumat yg harus dihadapi dengan besar hati. Lusa ada Sabtu yg maksa T berpura-pura menikmati. Minggu T berharap damai sejahtera terkantongi.

Jesus bless me.
Jesus bless me.
Jesus bless me.
Amin.

H-6

Minggu depan T ulang tahun. Sabtu. Entahkah T yg terlalu "melow" akhir-akhir ini atau gimana, pengennya ga ketemu dengan orang-orang yg T tahu bakal bikin T kehilangan damai sejahtera. Jahat ya T? Pengennya happy happy semingguan, makan enak, belanja-belanji, jalan-jalan, nongkrong, ngobrol, nonton, kalo perlu sampe bokek ;p

Kenapa T mau begitu? Karena ada banyak hari di tahun ini T kehilangan damai sejahtera dan pengen banget egois melewati 1 hari itu tanpa ada kemungkinan iblis berusaha mencuri damai sejahteranya T. T tahu hal apa yg bisa bikin T down. Joyce Meyer bilang di bukunya berjudul "Peace", kita kudu tahu hal apa yg bisa bikin kita kehilangan damai, supaya kita bisa mengatasinya. T tahu apa saja, tapi masih sangat-sangat belajar mengatasinya. Seperti menghindarinya lebih gampang daripada mengatasinya, xoxoxo.

Jadi tiba-tiba kangen nongkrong, makan, nonton bareng Monce, K' Iber, Herry. Kangen masakannya Yenny Sadukh. Kangen mancing bareng Made, Ade, Ricky, Beben. Kangen belanja bareng Niken, Loren. Huh! Pempek panggang, pepper lunch, dabu-dabu, bumbu arsik, coca cola,pasti enak. Huh! Film-film baru banyak yg belum ditonton. Huh! Dompet dah 2 tahun belum ganti. Huh! Kayaknya mendingan berdoa, biar all the good thing come to me in the nicest way.

03.12.2011

Dah lama banget T ga nulis. Sekarang dah Desember aja. Ngebaca apa yg pernah ditulis, actually make me worried.

T sekarang ga jelas. Mencoba menebak banyak hal. Menebak hati Tuhan, menebak hati banyak orang, melelahkan. T takut pada banyak hal. Takut tahu rencana Tuhan beda dengan keinginan T, takut harapan T ga kesampean, takut kecewa, dsb.

Berharap Desember bukan 31 hari. Berharap lebih lama lagi. Berharap tidak tawar hati. Berharap berani.

My mind said to my soul, you can do it. Just do the possible thing you can do, let God do the impossible one!

Should I?

Tadi siang ngobrol ma temen-temen kantor T. Topik pertama soal kerjaan, soal sikut menyikut, rebutan lahan, sampe cari muka. Topik kedua, soal persahabatan, curhat-curhatan, dan perhatian. Dan dari kedua topik ini, T terjepit. Kesel. Akhirnya diem aja. Kebiasaan T, kalau marah sepele, langsung dikeluarin, kalau marah lebih gede, justru diem. Males nanggepin karena berasa p e r c u m a.

Suka ga suka, kecerdasan, kemampuan kerja, tidak ada apa-apanya kalo ga bisa bermulut manis. Masalahnya, T ga suka dan ga bisa jadi nyamuk alias nyari muka. Alhasil, ga dianggep dh. Nyari sahabat juga ga gampang. Tapi puji Tuhan, biar gitu sekalinya sahabatan, awetnya bisa puluhan atau belasan tahun, hehehe.

Sekarang semua terserah T mau gimananya. Beraneka should I...? muncul menawarkan bantuan. Hmmp

Still

Berasa percuma...
Berasa sudahlah...
Tapi Tuhan belum bilang sudahlah...

Dont know God's plan
Don't have own plan
still

Tidurlah


Dah jam 02.00 pagi dan T belum bisa tidur.

still confused
dont know God's plans
dont have own plans
just living day to day

pengen marah, trus ngelabrak, trus pergi

cuma ga kejadian
tiap kali mau gitu, berasa kasian

bersabarlah T
dengan segala berkat yang T dapet
dengan segala penjagaan Tuhan atas hidup T
T harusnya bisa bersabar

March! You cant bring me down!

Now, its time to sleep...

Count Down: Resolution Part 2/12

Orang bilang Februari bulan penuh cinta, but for me, Februari bulan penuh kemarahan. Dari tanggal 9, T kehilangan damai sejahtera. Marah, kecewa, sedih, nyampur semua. Kegagalan resolusi tahun ini yang T ulas untuk Januari, berulang lagi. Hiks.

Dont let anyone look down on you! But still, be yourselt T.

My prayer for March:
like rhema, taken from Reinhold Niehbur's quote, yakni Tuhan kasih T kedamaian untuk menerima apa yang tidak bisa diubah dan keberanian untuk mengubah apa yang bisa diubah, plus kebijaksanaan untuk mengetahui bedanya.

So, with the new spirit, I will welcome you, March!

H-17

dah 2 minggu ga ketawa ngakak
biasanya tiap hari

hope God give me a clue to answer the quiz of my life

me: count down: 17 days to go

Peace part 2: Thank Reypro

Otw home. T baru kelar ibadah Reypro di CL. Really thank God, ada ibadah di hari Rabu, strengthen me di tengah minggu, karena masih ada 2 hari kerja, ups 3 ding, karena Sabtu kudu dateng late night shopping di Alam Sutera.

Tadi pagi T has little talk with my boss. T emang little bit quite this week. But have a little talk doesnt change anything. T tidak kesal. Tapi adalah benar bahwa kenyataan yang sudah terjadi ga bisa diubah. I just want to set my focus on the next thing. Kayak yang tadi Ps. Joshua Supit cerita, kau justru bisa kehilangan lebih banyak pada waktu kau marah. He suggests us (actually I ever wrote about it based on Joyce Meyer's book, titled Peace), to write down all of our weakness, untuk membuat kita waspada dan terlatih agar tidak salah mengambil sikap. Marah itu mudah (secara T terkenal galak, hehehe), tapi diam tanpa amarah itu susah.

So far, yang T lakukan supaya ga marah alias ngelabrak alias kehilangan damai sejahtera adalah put my earphone di kuping, trus setel 93.00fm atau 107.9fm, supaya otak T, hati T, jadi sama dengan kuping T, adem oleh lagu pujian penyembahan. Thank God, its works.

......

Finally, T dah nyampe rumah 3x7, dinding biru, gorden biru, sprei biru, rurururu, hehehe. Mau mandi trus tidur, and let God bless me when I sleep, hehehe, just like what bible said, Tuhan memberkati orang yang dikasihiNya pada waktu tidur ^_^