Movie: The King 2 Hearts


Selesai! The King 2 Hearts ini awalnya males banget buat mulai nonton. Kirain dia sejenis film kerajaan dan militer yang rada serius. Mengumpulkan niat buat nonton serial serius itu susah loh :)

Ada 20 episode. Ceritanya tentang keluarga kerajaan Korea Selatan, yang memiliki 3 orang anak. Anak pertama, seorang yang bijaksana bernama Lee Jae Kang (Lee Sung Min), yang kemudian menjadi raja menggantikan mendiang ayahnya. Anak kedua, dikenal sebagai trouble maker, bernama Lee Jae Ha (si ganteng Lee Seung Ki ^_^). Sementara si anak cewek bungsu, yang suka menyamar sebagai rakyat biasa dan berprofesi sebagai penyanyi bernama Lee Jae Shin (Lee Yoon Ji) -barunyadarsemuanyapunyafamilynameyangsama:)

Keluarga kerajaan Korea Selatan ini kan hidupnya dari pajak rakyat, jadi ada aja ulah orang kaya yang berusaha menyetir kerajaan, salah satunya pemilik M Club. Anak tunggal pemilik M Club ini bernama Kim Bong Goo, merupakan teman sekelas Lee Jae Kang, sangat serakah dan licik, dan memiliki keinginan kuat menguasai Korea. Akan tetapi, sang raja, Lee Jae Kang bukanlah orang yang gampang disetir. Ada aja akal si Kim Bong Goo yang kemudian mengganti namanya menjadi John Mayer ini untuk menghancurkan keluargha kerajaan. Ceritanya doi merupakan penyuplai senjata, dan menginginkan peperangan, agar senjatanya bisa laris manis. Kebalikannya si Lee Jae Kang ini menginginkan perdamaian. Dia pun menggagas kerjasama militer dengan Korea Utara, dalam rangka perdamaian, yang dikenal dengan WOC. Nah, adik laki-lakinya, si Lee Jae Ha inilah yang dipaksa ikut wajib militer dan WOC ini.

Ceritanya, dari pihak Korea Utara, adalah si Kim Hang Ah (Ha Ji Won), yang ikut ambil bagian dari WOC. Doi ini cewek 30-an tahun yang desperado pengen punya pasangan tapi ga dapet-dapet. Bisa ketebak, Lee Jae Ha dan Kim Hang Ah ini awalnya sangat tidak cocok, tapi kemudian saling jatuh cinta. Mereka inilah pusat ceritanya The King 2 Hearts ini.

Menurut T, filmnya bagus. Lebih bagus dari Rooftop Prince yang dipuji-puji orang, maupun Fashion King yang juga tayang serempak di Korea sana. Bisa jadi salah satunya karena Lee Seung Ki yang jauuuuhhhhh lebih ganteng dan more mature sekarang, wkwkwk, filmnya juga ga ngebosenin. Selain kisah cinta Lee Jae Ha dan Kim Hang Ah, ada kisah cinta sang adik Lee Jae Shin dan pengawal Eun Shi Kyung (Jo Jung Suk, yang aktingnya keren juga, hehehe), yang juga menarik, sayang doi meninggal di akhir cerita demi membela negaranya, hiks.

Movie: Fashion King


Selesai juga nonton serial Fashion King ini semalem. Ada 20 episode. Ceritanya, hmmp, so so la yah. Terlalu banyak kebetulannya :)

Ceritanya berpusat pada 4 orang muda, yang pertama Lee Ga Young (Shin Se Kyung). Cewek satu ini ditinggal mati kedua orang tuanya sejak kecil. Usaha butik orangtuanya diambil alih oleh Madam Jo. Lee Ga Young sendiri tetap tinggal di pabrik butik tersebut dan bekerja di sana sebagai desainer. Doi berhasil mendapatkan beasiswa untuk  bersekolah mode New York Fashion School. Namun karena dia ga punya biaya, dia berniat meminjam uang kepada Madam Jo. Madam Jo tidak menyukai dia, lebih kesal lagi karena anaknya sendiri tidak diterima di NFS tersebut, jelas tidak meminjamkan uangnya. Naasnya pada hari yang sama, karena ulah anaknya, pabrik mereka mengalami kebakaran. Madam Jo menuduh ini ulah Lee Ga Young, dan mengusirnya dari sana.

Orang kedua adalah Kang Young Gul (Yoo Ah In). Ibunya kawin lari ke Amerika meninggalkan dia dan adik perempuannya. Ayahnya menyusul mencari ibunya dan tidak pernah kembali. Adiknya kemudian meninggal karena sakit. Hidup yang keras sebagai pemalsu pakaian berkelas (kayak Mangga Dua gitu), membuat dia susah percaya cinta perempuan, dan jadi cowok yang doyan gonta-ganti pasangan. Pada saat masih kecil, Kang Young Gul ini pernah bertemu Lee Ga Young di hari kematian orang tua Lee Ga Young, dan Lee Ga Young inilah cinta pertamanya (he???).

Orang ketiga adalah Jung Jae Hyuk (Lee Je Hoon). Anak tunggal pemilik dept store terkemuka. Orangtuanya sangat keras terhadap dia dan tidak pernah mentolerir kesalahan. Jung Jae Hyuk ini berpacaran dengan Choi Anna (Kwon Yuri, personil SNSD). Hubungan mereka ditentang orang tua Jung Jae Hyuk, karena dinilai Choi Anna tidak sepadan dengan dia. Choi Anna ditekan dan dipaksa putus dengan Jung Jae Hyuk. Choi Anna menetap di Amerika dan bekerja sebagai asisten desainer kenamaan Michael J. Lauren.

Ceritanya, saat diusir oleh Madam Jo, Lee Ga Young bingung mencari tempat tinggal, melihat iklan lowongan penjahit di pabriknya Kang Young Gul. Dia bekerja dan tinggal di sana. Kang Young Gul juga memberikan dia uang untuk ke Amerika dan sekolah di sana. Tapi apa day (sinetron banget, hehehe), Madam Jo menyatakan ke pihak NFS, Lee ga Young membatalkan beasiswanya. Kebetulan yang indah, Jung Jae Hyuk ada di Amerika,dan Lee ga Young memohon bantuannya untuk tetap bisa masuk ke NFS.

Singkat cerita, intrik, licik-licikan, cinta yang berputar-putar di empat tokoh inilah yang jadi inti cerita. Thumbs up buat Lee Je Hoon, akting doi menurut T bagus di sini. Plus, herannya T baru nyadar kalo doi lumayan ganteng, padahal waktu dia maen di Architecture 101, T ga notice sama sekali :)

Sayangnya lagi, selaen terlalu banyak keberuntungan dan kebetulan, ending filmnya ga banget deh. Lee Ga Young memutuskan mengikuti Jung Jae Hyuk, Choi Anna ke Italy, kang Young Gul sendiri dan kemudian mati dibunuh. Hiks.

Movie: Rooftop Prince


Kelar juga nonton serial ini kemaren. Rada geregetan juga, ada banyak serial yang pengen ditonton, tapi waktunya ga ada, hiks.

Rooftop Prince ini ada 20 episode (standard serial kebanyakan ^_^). Ceritanya tentang Lee Gak (Micky Yoochun), seorang pangeran dari jaman Joseon, yang kehilangan akibat kematian putri mahkota. Karena merasa kematian sang putri tidak wajar dan seperti pembunuhan, dia lalu mencari 3 orang pemuda, yakni cendekiawan Song Man Bo (Lee Min Ho), si ahli nyamar Do Chi San (Choi Woo Shik), dan ahli pedang Woo Yong Sul (si tampan Jung Suk Won), untuk membantunya memecahkan kasus tersebut. Pada saat doi dan ke-3 bawahannya ini hendak mencari lebih lanjut, mereka diserang perompak, dan tiba-tiba saja saat mereka berlari hendak menyelamatkan diri, mereka sudah melompat ke tahun 2012. Lucunya mereka tiba-tiba, jreng! berada di rumahnya Park Ha (Han Ji Min) yang posisinya di atas atap, yang kemudian diangkat jadi judul serial ini, Rooftop Prince.

Cara bicara, kebiasaan, dan lingkungan dari jaman Joseon jelas berbeda dengan di tahun 2012. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri bagi 4 cowok ini. Park Ha membantu mereka untuk beradaptasi. Lee Gak menyadari bukan kebetulan dia melompat ke periode 300 tahun sesudah dia hidup, apalagi ketika di tahun 2012 ada seseorang yang sama persis dengan dirinya, yakni cucu seorang konglomerat kaya bernama Yong Tae Yong. Dia mendapati bahwa Yong Tae Yong adalah reinkarnasinya di jaman sekarang.

Permasalahannya, semua orang dari jaman Joseon muncul juga di jaman 2012 tapi tidak seperti ketika di jaman Joseon. Selain Yong Tae Yong yang adalah reinkarnasi dirinya, Park Ha sendiri merupakan reinkarnasi dari adik putri mahkota. Ini menimbulkan pergulatan di hati Lee Gak, apalagi saat menyadari dirinya jatuh cinta pada Park Ha. Lee Gak bingung, antara mengikuti takdir di jaman Joseon yang menikahi putri mahkota, atau mengikuti hatinya yang jatuh cinta pada Park Ha.

Satu demi satu, cerita mulai terurai, dengan alur maju mundur, tahun 2012 dan jaman Joseon. Mulai dari bagaimana awalnya pemilihan putri mahkota, mengapa adik putri mahkota selalu menggunakan cadar, bagaimana hatinya Lee Gak, sampai bagaimana meninggalnya putri mahkota.

Filmnya kadang lucu, kadang sedih, kadang nanggung, wkwkwk. Mungkin karena skenarionya kali yak (sok tahu banget T, wkwkwk). Kadang detail tertentu seperti kurang diperhatiin. Misalnya kok ya cepet banget nih 4 orang ngerti handphone, laptop, dan cara pakenya, bahkan buat foto2. Termasuk saat ngajarin Lee Gak nyetir mobil yang ga bisa-bisa, tetapi entah kapan dia belajar lagi, eh pas Park Ha lagi disekap Yong Tae Moo (Lee Tae Sung), eh si Lee Gak dah muncul dengan mobilnya, wkwkwk, mungkin kalo doi pake supir malah lebih make sense.

But ada beberapa yang menurut T tetep ok, misalnya si Kim So Hyun yang berperan sebagai Hwa Young dan Sena waktu kecil. Dia kayaknya emang pas banget meranin jadi kakak yang jahat, baik di jaman Joseon (mirip kayak waktu dia maen di The Moon that Embraces the Sun), maupun di 300 tahun sesudahnya. Selaen itu T juga suka si Jung Suk Won yang meranin si Woo Yong Sul. Tetep keren! Sama sukanya kayak pas dia maen di Dr. Champ, sampe mikir, hmmp kenapa bukan dia aja sih yang jadi pemeran utamanya, hehehe. Plus menurut T, pasangan Micky Yoochun dan Han Ji Min di serial ini chemistry-nya kurang dapet yak, beda kayak Micky Yoochun waktu maen di Dating on Earth (jaman doi masih di DBSK, wkwkwk) atau waktu dia di Sungkyunkwan Scandal, apa ada pengaruh karena pas doi lagi syuting film ini, pas bokapnya meninggal yak? Wish his next serial or movie better than this one, karena T sebenernya suka Micky Yoochun. Fighting Jung Suk Won! Fighting Micky Yoochun!

Maria & Marta

Sudah sebulanan ini T rada kepikiran dengan kisah yang ada di Alkitab soal Maria dan Martha. Pengen banget tahu, kenapa sepertinya Tuhan lebih suka Maria dibandingkan Martha. Tapi sayangnya, T tidak punya cukup keberanian untuk bertanya kepada Tuhan maupun mencari tahu di Alkitab dan browsing di internet soal ini. Takut hasilnya sama seperti kotbah yang pernah T dengar ataupun artikel yang pernah T baca tentang hal ini. Lucu yak...

Really want to get God's heart but why it seems too hard, hiks...
Terlalu penakut.

Movie: Introduction of Architecture Class


Architecture 101 adalah judul lain untuk film ini. Buat yang doyang film komedi romantis khas Korea, mungkin ga tepat kalo nonton film ini. Tapi buat yang doyan film romantis doang tanpa embel-embel komedi baru deh pas.

Ceritanya memakai alur bolak-balik (ha? ^_^) alias maju mundur. Film ini mengenai kisah cinta Seo Yeon dan Seung Min. Seo Yeon umur 20-an diperankan oleh Suzy (Miss A), sedang pas umur 30-an diperankan oleh Han Ga In. Seung Min umur 20-an diperankan oleh Lee Je Hoon, dan pas umur 30-annya diperankan oleh Eom Taewoong.

Seung Min adalah tipe cowok yang semasa kuliah termasuk pemalu. Dia dan salah satu temannya, naksir Seo Yeon, teman satu kelasnya di mata kuliah Pengantar Arsitektur. Diam-diam Seung Min selalu memperhatikan Seo Yeon, mengikutinya naik bus bahkan perjalanan pulang kuliah. Sampai suatu ketika saat Seung Min sedang asyik motret matahari di taman sambil guling (gajebo, wkwkwk), Seo Yeon lewat. Itulah awal pembicaraan mereka, yang akhirnya membuat mereka menjadi akrab. Seo Yeon membawa Seung Min ke rumah masa kecilnya. Sebagaimana klasiknya mahasiswa arsitektur yang lagi jatuh cintrong setengah mampus sama seorang cewek, Seung Min janji akan membantu memperbaiki rumah tersebut.

Berhubung Seung Min adalah cowok pemalu, butuh usaha yang keras buat doi nembak Seo Yeon. Pada hari dia mau nembak, Seo Yeon baru aja balik dari jalan dengan temannya Seung Min dan dibuat mabuk. Seung Min melihat temannya itu hendak mencium Seo Yeon, dan tidak menyadari kalau Seo Yeon sedang mabuk, menganggap Seo Yeon menyukai cowok itu dan memutuskan mundur dan tidak jadi menyatakan perasaannya pada Seo Yeon.

Perubahan sikap Seung Min kepada Seo Yeon, membuat Seo Yeon kecewa. Dia mengira Seung Min menyukai dia. Kesalahpahaman yang tidak pernah dikonfrontrasi ini membuat kisah cinta ini menghilang.

15 tahun kemudian, Seo Yeon mencari Seung Min yang sudah menjadi seorang arsitek untuk menagih janjinya memugar rumah masa kecil Seo Yeon. Seung Min awalnya tidak mengenali Seo Yeon akhirnya bersedia memenuhi janjinya, memperbaiki rumah tersebut tanpa dibayar. Takdir yang ngebawa mereka kehilangan cinta tapi balik lagi biarpun sudah lama terpisah. So far, buat T rada ngebosenin sih, hehehe.

Movie: Love is not Blind

Huah, kenapa minggu ini jadi mandarin week yak?
Judul filmnya Love is not Blind. Ceritanya tentang seorang cewek bernama Huang Xiaoxian, yang bekerja di sebuah wedding organizer. Doi menangkap basah pacar 7 tahunnya sedang selingkuh dengan sahabat baiknya. Hal ini bikin dunia Huang Xiaoxian kayak berantakan. Pekerjaan juga jadi asal-asalan. Untungnya, we can always find  good things behind trouble, doi punya atasan yang bijaksana banget, yang ngingetin doi bahwa life must goes on (kayak lagunya Leann Rimes, hehehe).

Huang Xiaoxian (Bai Baihe) ini punya rekan kerja yang rada nyentrik. Wang Yiyang (Wen Zhang), seorang cowok metroseksual yang perlengkapan perangnya banyak banget. Doyan banget bolak-balik ngoles lipbalm, pake hand lotion, touch up is a must for him deh, yaks ^_^. Cowok ini kayak partnernya dia di kantor, yang ikut ngebantu dia  ngatasin patah hatinya yang parah, termasuk jadi pacar boongannya waktu menghadiri acara pernikahan sahabatnya.

Ceritanya, si Wang Xiaojian ini disuruh pindah dari kontrakannya berhubung kamarnya mau dipake oleh anak induk semangnya. Berhubung dia tipe cowok "rempong", jelas dia pilih-pilih juga soal tempat tinggal. Dia pengennya tinggal di apartment. Masalahnya, apartment yang cocok di hati harga sewanya mahal dan tempatnya kegedean. Akhirnya dia memaksa Huang Xiaoxian untuk "balas budi" karena sudah jadi pacar boongan dan balas dendam ke mantannya dengan cara share apartment.

Bisa ditebak, tanpa sadar, mereka jadinya melengkapi satu sama lain dan jatuh cintrong deh, wkwkwk. Ceritanya sebenernya standard, cuma karena karakter leading actornya yang rada unik, mesos banget-banget, yang terang-terangan rajin banget ngolesin lipbalm dan hand lotion, penampilan rapi, matching beibeh, sementara leading actress-nya rada berantakan, jadinya lumayanlah buat ditonton. Yang bikin males, ceritanya panjang dan lama banget. Harusnya ada banyak scene yang bisa dibuang deh, biar ga bosen.

Movie: Love on That Day


Huuuuuh, nyesel beli dvd ini, hiks. Untung bajakan, hehehe.
Awalnya beli karena bonus, yup BONUS. Di tempat beli dvd langganan T, beli 10 gratis 3 (wkwkwk), jadi karena pas beli nanggung jumlahnya 12, jadilah ambil nih film. Ngeliat yang maen adalah Mario Maurer, yang pernah maen di Crazy Little Thing Called Love, jadilah beli, padahal biasanya T ga pernah tertarik beli dvd mandarin, prefer Korea, Western, atau Jepang dan Thailand-lah. Mandarin totally last option for me, hehehe.

Film ini film mandarin, biarpun ada Mario di sana. Mungkin dia lagi mau go internasional kali yak, jadi terima tawaran maen di China. Asli, filmnya jelek. Ceritanya agak-agak "ndono" menurut T. Adalah Martin, seorang atlit tinju, yang sejak lahir ga pernah mengenal ayahnya, meminta ijin ibunya untuk pergi ke China. Dia penasaran pengen tahu tentang ayahnya. Sampai di China, dia bertemu dengan Xiao Ye (Ye Qing) dan jatuh cinta. Selama di China, Martin tinggal di hotel Heart and Time yang dikelola oleh paman Fu dan bibi Ann (sahabat ibunya Xiao Ye). Xiao Ye sendiri adalah yatim piatu. Paman Fu dan bibi Ann adalah sahabat karib ibunya Xiao Ye, yang akhirnya memutuskan merawat Xiao Ye, karena mereka sendiri juga tidak memiliki anak.

Hotel ini unik. Mereka biasanya meminta tamu yang datang berpasangan untuk menulis surat satu sama lain, dan surat itu baru boleh dibuka kembali 2 tahun kemudian, jika mereka kembali ke hotel tersebut. Martin memiliki kupon surat ibunya yang sudah berumur 20 tahun yang lalu. Paman Fu dan bibi Ann menolak memberi karena sudah kadaluarsa dan bukan pemilik surat yang datang langsung. Xiao Ye dan 2 temannya merasa kasihan pada Martin, yang sangat ingin tahu siapa ayahnya, membantu Martin dengan mengendap-endap mencari surat tersebut di kamar paman Fu dan bibi Ann. Mereka kaget, karena menemukan foto ibu Martin dan paman Fu serta surat nikahnya.

Tertangkap basah oleh paman Fu dan bibi Ann, akhirnya cerita sebenarnya terungkap. Ayah Martin adalah seorang pelaut. Pada saat ibunya ketahuan hamil, ayahnya tidak pernah datang. Karena belum menikah tetapi sudah hamil, akhirnya paman Fu menikahi dia demi menyelamatkan muka ibunya Martin. Paman Fu, bibi Ann, ibunya Martin, dan ibunya Xiao Ye ini dulunya sahabat akrab. Setelah itu, ibunya Martin memutuskan pindah negara.

Intinya nih film klise bin canggung bin garing banget. Kaget juga, perasaan akting Mario di Crazy Little Thing Called Love bagus deh. Kayaknya karena akting leading actressnya yang basi banget, dia jadi kebawa garing deh, kayaknya yak. T aja nontonnya pake di-fast forward melulu saking bosannya. Kalau cuma mau liat tampang si Mario dan body-nya yang jadi lebih kerenan sekarang, boleh ditonton deh, wkwkwk, karena nih film menurut T (sekali lagi menurut T) yak, kayak sinetron Indonesia kebanyakan, cuma jual tampangnya si Mario doang :(