Movie: Wild Romance

Episode: 1-20
Pemain:
- Lee Dong Wok (as Park Mu Yeol)
- Lee Si Young (as Eun Jae)
- Kang Dong Ho (as manager Kim)

Awalnya T berasa cerita film ini standard banget. Tentang pemain bisbol ternama yang terpaksa punya bodyguard cewek, karena tidak sengaja terlibat perkelahian yang terekspos di internet. Semua juga bisa menebak, bahwa ending-nya pasti mereka saling jatuh cinta.

Permasalahannya si pemain bisbol ini, Park Mu Yeol, berasal dari klub Red Dreamers, sementara sang bodyguard, Eun Jae sebenernya fans fanatik klub lawannya, Blue Seagulls. Mulai menarik saat film ini agak berbau teror terhadap Park Mu Yeol. Teror tersebut mengancam setiap orang-orang terdekat Park Mu Yeol.

Sebenernya bukan Lee Dong Wok (as Park Mu Yeol) yang bikin T nonton film ini, melainkan Kang Dong Ho. I wish Kang Dong Ho play as Park Mu Yeol, menggantikan Lee Dong Wok. Kayaknya lebih pas aja, hehehe, secara badannya si Lee Dong Wok kan rada kurus, ga sekekar Kang Dong Ho. Tapi ya.... lumayanlah. Akting si Lee Si Young bagus juga di sini, beda aja dengan penampilan dia yang biasanya jadi anak orang kaya yang manja dengan rambut keriting panjang dan penampilan yang stylish di The Birth of The Rich. Btw, doi kok awet muda banget ya tampangnya. Sirik, hihihi.

Thanks! Part 2

Lagi batuk pilek sejak kemaren. Tapi tetap puji Tuhan. Like T ever wrote before, T mau apapun yg terjadi T harus bisa menemukan alasan mengucap syukur sebagai ganti mengeluh. Puji Tuhan, punya uang buat beli obat, beli makanan yg T pengenin (buburnya Ta Wan dan Hongkong noddle-nya Rice Bowl), cuaca cerah ga hujan, dan biarpun batuk pilek, kepala ga pusing. Untuk semuanya puji Tuhan.

T sadar batuk pilek ini karena kesalahan T. Inget tulisan pst. Abraham Conrad Supit di tabloid Victorius beberapa minggu lalu, bahwa tubuh kita adalah bait Allah, jadi sudah seharusnya dijaga. Hiks. Dah kepalang batuk pilek, tinggal sekarang paksa diri makan biarpun lidah terasa pahit, biar ga nambah sakit yg laen lagi. Beneran puji Tuhan, saat males makan karena ga selera, artikel pst. Conrad terlintas di otak kayak rhema yg ngingetin T.

Thanks God.

Thanks! Part 1

Terima kasih Tuhan buat hari ini. T sehat. T kerja. T sms-an sama temen. T makan-makan di Samudra Suki bareng six dengan discount lumayan (finally, mengingat susahnya atur jadwal para skuter ini, hehehe). T sms-smsan dan comment-commentan fb sama temen dan saudara (terima kasih buat damai sejahtera yg Tuhan kasih sehingga masih bisa menanggapi masalah sambil bercanda).

*wisheverydayinmylifeicanfindareasontosmileandseehowgreatGod'sloveforme:)

07.03.2012

70 hari setelah Andi merit.
37 hari setelah Bapak pergi.
12 hari setelah T pulang dari insentive trip ke China.
4 hari setelah Douglas merit.

Dalam waktu kurang dari 100 hari, berapa kejadian cukup buat T berasa hmmmp. Ga enak banget posisi T. Tiap orang punya harapan berbeda pada T dan rasanya capek saat berusaha melakukan yang terbaik. Forgive me Lord... Tapi T beneran capek...

29.12.2005

Lagi buka organizer jadul, ketemu tulisan tangan T tanggal 29 Desember 2005. Lupa dulu nulis karena apa. Berasanya sekarang pas baca .... Wuih.



T tulis ulang dh.
"Banyak hal yg ingin kutanya pada Tuhan,
mengapa begini, bagaimana kalau begitu,
banyak hal ingin ku complain padaNya,
mengapa harus aku, bagaimana dengan yg lain,
banyak hal ingin kukatakan pada Tuhan,
seharusnya begini, bukan begitu,
banyak hal ingin kupinta pada Tuhan,
janganlah aku, biarlah yg lain,
sampai-sampai aku lupa,
sampai-sampai Tuhan harus berkata,
mengapa tidak sekali saja,
kau ucapkan syukur dalam doamu,
sekali saja,
selipkan saja."

Thanks God :)

There's a time...


There's a time for loving
There's a time to crying
It's time to understand, that God has His own plan
There's a time for me to pray
Waiting something and believe it
It's time to understand, that You have Your way

Lord, I know that Your love is surround me
Lord, I know, You'll give the best for me

-You are the One: Bobby One Way-

Tiba-tiba inget lagu jadul jaman masih kuliah di Jokja dulu. Lagunya Bobby One Way. Enak banget. T punya kasetnya *wkwkwk, dulu banget masih format kaset. Dulu, lagu ini ngademin T banget. Ternyata, sekarang teringat, tetep ngademin.

Many things happened in my life during this 2 months, just like this song. Praise God, karena semuanya terjadi saat ini. T ga kebayang kalau terjadinya beberapa tahun yang lalu. T pasti down, stress. Bukan cuma karena emosi yang belum stabil, pikiran yang masih dangkal, biaya juga mungkin ga ada. Bener-bener Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk segala sesuatunya. Satu hal ini yang T pasti masukkan dalam doa, jangan sampe T kehilangan damai sejahtera. Klise memang.

Once again, for everything, not just for today, hope T can say, praise God.

I love him

12 hari setelah bapak pergi.

Sejak Juli 1998, T ketemu bapak baru 6 kali. 3 kali waktu T balik ke Palembang, 1 kali waktu balik ke Tarutung perayaan hut Opung ke 75, dan 2 kali waktu bapak ke Jakarta. Artinya belum tentu 2 tahun sekali ketemu bapak. Sekarang selamanya T ga akan ketemu bapak. Sedih. Dalam kurun waktu 14 tahun ini, yang T ingat, 2 kali T beliin bapak kemeja, 1 kali bahan celana, dan bapak senengnya bukan maen. Katanya T orang yang paling tahu warna favoritnya bapak. Itu kemeja dan celana dipake sampe jelek. T inget waktu pertama kali ngajarin bapak pake handphone. Lucu. T harus interlokal ke telepon rumah, sampe 1 jam lebih, bikin anak kost yang laen kesel, demi supaya bapak ngerti pake handphone. Inget gimana susahnya jarak jauh ngajarin cara ketik sms, bahwa untuk bikin huruf c harus tekan angka 2 sebanyak 3 kali, wkwkwk. Belum lagi cara nyimpen nomor di handphone. Bapak bilang, dia malu kalau minta ajarin orang counter handphone. Katanya T anak yang paling sabar ngajarin. Hihihi.

Biasanya bapak sms T antara Jumat sampe Minggu. Sekarang ga mungkin lagi. Hufth.

God, i love my dad. Feeling guilty sampe ga bisa ngomong apa-apa saat harus mandok hata dan cuma bisa nangis di pelukan adek bungsu T, di hadapan jasad bapak. Sedih.

Goodbye daddy.
No matter what other people say, no matter what happened in our family, I love you.